Jumat, 25 Oktober 2013

Bombom sahabatku,aku rindu

       Rasa jenuh dan resah seolah berlomba dengan riuhnya suara rintik hujan sore ini,selalu begini..dulu,aku sangat gembira ketika awan-awan mendung menumpahkan air dan menyejukkan seisi alam,
begitu lebaynya aku dan adikku,karena sangat menikmati sensasi turunnya hujan,saat hujan turun,apalagi saat siang hari kita selalu tidur bersama,menyapa mimpi berselimut kabut. namun tidak untuk saat ini, hujan adalah saat paling menyebalkan,yaa..bagaimana tidak, ketika hujan itu turun semakin deras,aku dan Karin,adik perempuanku dibuat sibuk dengan kegiatan baru, berlarian mengambil ember untuk air-air yang merembes dari atap rumah.
"kebo apa yang suka bikin orang ga bisa tidur?"
"KEBOcoraaan! ,hahahaha" kita selalu tertawa jika tebakan konyol masa kecil itu dilontarkan. 


    ngomong-ngomong tentang masa kecil, aku selalu mencari informasi tentang sahabat-sahabatku, kecanggihan tekhnologi sekarang begitu pesat, mungkin jika kita dengar guyonan dari kakek nenek kita,jatuh cinta saja sampai bosan menunggu surat balasan sampai seminggu, nah sekarang.. hanya dengan bermain jempol, cukup satu menit saja kau sudah bisa katakan I LOVE YOU dan secepatnya kau mendapat balasan I LOVE YOU TOO. Sungguh lelah rasanya,kurebahkan tubuh sembari mengingat masa lalu,memoriku melayang ke masa empat tahun lalu,saat pulang sekolah,dengan tubuh menggigil kedinginan, seorang bocah gendut memaksaku menunggunya,aku sebal dan ingin nekat pulang bersama teman-temanku lainnya.
"cepetan,aku mau pulang nih!"
"kan masih gerimis,nanti kamu sakit" begitulah cegahnya,dia adalah Bombom, sahabatku yang gendut menggemaskan. dia lucu dan baik hati. aku tercengang ketika dia mengeluarkan sebuah kado untukku,aku lupa,hari itu adalah ulang tahunku.

   Dua tahun kita bersahabat, bermula dari sebuah tugas dan amanah dari guru kesiswaan di sekolahku,dia menjadi ketua OSIS,dan aku wakilnya. kerjasama yang baik, meskipun banyak celoteh dari teman-teman lainnya. aku juga sebal,bombom selalu menyusun jadwal rapat tapi selalu saja moment itu dibuat guyonan,pacaran-bagi teman-teman yang sudah punya pacar-dan selalu hasilnya tidak fix,sehingga ada rapat lagi minggu depannya.
"Anggada,orangnya besar. Budianto,anaknya pak Budi kaaan?" candaku ngawur. bersama dengannya selalu ada saja hal-hal seru. orang yang baik,ramah,ringan tangan,mudah bersosialisasi. aku sangat merindukan sosok sahabatku itu,seperti apa dia sekarang,bagaimana kabar dan masih ingatkah ia denganku,sahabat kecilnya yang manja dan nangisan

   
     Kucari akun Facebooknya,ketemu! mulai kubuka-buka album fotonya,seperti apa dia sekarang,apa tetap gendut membahenol seperti dulu? kukirim sebuah pesan untukknya..

"selamat sore sahabatku,maaf jika pemberitahuan di FBmu penuh dengan jempolku. meski kita hampir empat tahun tak pernah bersua, izinkan jempol ini mampir untuk melihat aktivitas dan bagaimana ssok kamu sekarang.

masih tetap adakah keceriaan yang dulu,kebijaksanaan serta tangis yang dulu pernah ada? secuil kenangan kita di masa lalu, semoga semangatmu masih seindah sorot mentari yang menyembul di timur cakrawala"

 sebuah pesan balasan kuterima esoknya 

"hai mbak yg kuat dan tangguh, piye kabare? kemana aja kok gk pernah ada kabar...  pengen buanget rasane iso ketemu dan ngobrol bareng kamu,untuk memulai bercerita tentang pengalaman baru dan mengingat semua kejadian yg dulu pernah kita lalui. dan itu hanya untuk mengingat dan testing sing memory e tajam dan masih kuat sopo, aku ato kmu (pasti aku) hehe... dan kita akan mulai tertawa bersama ketika cerita tentang semua tingkah kita mulai keluar dari mulut kita... tapi kayak gk bakal terjadi soal e kamu suibuk terus dan gk ono waktu untuk itu,dan mungkin itu juga hanya akan membuang waktu mu dengan sia sia kan kamu punya jadwal padat(sok tau) hehehe......."

  masih saja dia sotoy seperti dulu,dia tak berubah.. tapi,bombom andai saja kau tahu apa yang terjadi padaku,aku tak sebebas dan tak seceria dulu kawan,aku rindu menyatu dan bersahabat dengan alam,seperti katamu dulu.
semoga Tuhan selalu menjaga persahabatan kita.
si gendut itu selalu mengingatkanku untuk bersyukur,menikmati hari dan tak kenal putus asa. selalu semangat meski hidup ini bagai mendung pekat.
tak perlu beradu mulut dengan orang tua, orang tua selalu tahu yang terbaik untuk anaknya. belajar menerima dan menghargai kesederhanaan. itu tadi beberapa pesan yang kuingat dari sahabatku pecinta Bob Marley itu.
aku merindukanmu,sahabatku. si gendut membahenol..Bombom




5 komentar:

  1. terharu,wkt baca e ae sampe air mataku jatuh...
    tp jatuh e karna pedes soal e wkt baca lagi makan boso sing cabe'e sekilo dewe hehe....

    BalasHapus
  2. kebo siapa yang nyusahin hayow? Kebocoran kringet budianto anaknya pak budi upz. Kisah mu mesti bikin haru biru

    BalasHapus
  3. Mas Priska ini bisa aja,hahahaha

    Aduh kenapa mbak/mas/om/tante? :D

    BalasHapus