Rabu, 23 Oktober 2013

Bukan Pendengar,tapi Saudara

     Masih enggan rasanya untukku membuka file download-anku kemarin malam,Contoh Surat Pengunduran Diri, bukan tanpa alasan,begitu berat rasanya ketika jemariku megetik kalimat itu, memori otakku berputar mundur,akankah semua usahaku akan berakhir sampai disini?


Aku teringat begitu lelahnya aku berlarian mendapatkan tanda tangan Surat izin keluar dari sekolah untuk ikut audisi penyiar salah satu stasiun radio di kotaku,dengan penampilan ala kadarnya aku dipandang remeh oleh saingan-saingan yang berat dan meyakinkan,merasa diPHP saat menunggu pengumuman,hingga pada akhirnya di tengah perjalanan dari pulang sekolah,di kelokan tebing curam itu aku mendapat telepon panggilan interview,betapa indah hari itu meski kabut dan rintik hujan sudah membasahi seragam putih abu-abuku.

Kecupan hangat dari mama,orang yang sempat menentang keinginanku untuk menjadi penyiar radio.
 “mbak,kamu ingat kondisi fisikmu,kamu gak bisa capek. Sebentar lagi kamu full bimbingan belajar kan? Nanti gimana sekolahmu? ” masih terngiang kekhawatirannya yang begitu membuat galau hatiku. 

    Restu mama kubawa hingga akhirnya aku merasakan dingin dan pengapnya ruang recording,perut lapar,lelah dan kantuk saat satu bulan lebih aku berlatih untuk menjadi penyiar yang bisa membawakan semua program di radio itu. Begitu banyak kenangan, mulai dari grafik rekaman yang seperti tulang ikan pindang sampai akhirnya Allah menjawab doaku, aku bisa mengudara tepat satu bulan sebelum ulang tahunku. 

Semua itu menjadi motivasiku untuk terus jadi lebih baik, yaa meskipun penyiar paling kecil,aku berusaha bisa akrab dan berbagi ilmu dengan teman-teman di kantor. Rasa bangga terselip di hatiku,ketika mamaku mengembangkan senyuma di wajah hitam manisnya .

“alhamdulilah,anakku sudah bekerja,menyalurkan hobinya biar gak ngecipris aja tiap hari ,jadi seorang penyiar cilik” begitu katanya sambil terkekeh saat kudengar suara telepon dengan sahabatnya.

Sebelas bulan berlalu,senyum dan haru itu menjadi warna-warni yang baru dalam hidupku. Suka duka,kudapat dari pengalamanku,sampai pernah aku melewatkan satu jadwal siaran sahur pukul 2-4pagi karena sangat lelah mataku terkunci untuk bangun dan menembus dinginnya malam sebelum terik mentari.Mereka,bukan hanya rekan kerja,tapi sudah seperti keluarga. Panjang jika boleh kuberkata,kisah ini seperti enam gerbong kereta,membawa kisah ratusan rasa di dalamnya.

Suatu ujian berat diberikan Allah untukku, menguji  imanku,akankah aku lebih dekat denganNya atau malah menjauh tak berarah,sehingga dengan berat hati terlintas pikiran untuk resign dari pekerjaan pertamaku itu.

    Kawan, satu hal lagi yang buatku menjadi berarti,kuat dan punya lebih banyak sudara. Beberapa nama yang bisa kusebut adalah : 
Mbak Hill,mbak Merry,mbak Sule, mbak Yuli,mas Apris, mas Khapid, mas Phay, mas Priska,mas Ariel,mas Dipo 
dan masih baaaaaaaaaaanyaaak yang lainnya,mereka bukan hanya pendengar setiaku,mengapresiasi usahaku untuk belajar menjadi penyiar,mulai dari guyonan garing,sikapku yang manja,bahkan ketika suaruku hilang saat siaran,mereka setia untuk mendengarku. 

Ya Allah,dalam doa satukanlah tangan kami,membentuk kekuatan silaturahmi yang tak kan pernah terlepaskan,jadikan kami saudara yang tak punah oleh usia.  Persaudaraan ini lebih indah dari irama Symphony No. 9 in D minor “Choral” – Ludwig Van Beethoven .  
  
   kekuatan doa ini membawaku dalam imajinasi,aku bertemu mereka, memeluk dan menitikkan air mata, mengucap terimakasih atas segala doa, upaya dan support untukku, penyiar kecil yang yang sedang diberi ujian Allah,mencoba bangkit namun terbelenggu. 

Aku terdiam di depan cermin,air mataku tak bisa merubah warna pipiku yang pucat,pipi yang tak lagi gendut,kantung mata yang menghitam serta rambut yang kian hari kian rontok disana-sini. Ya Allah, beri aku kekuatan dan kesempatan untuk memeluk mereka,sahabat,saudara yang selalu membuatku kuat dan berarti. Hatiku menjerit,terduduk lemas,kepalaku sudah mulai pening,sebentar lagi darah ini mengalir. Aku rindu kalian,sahabat-sahabatku, masih jelas tergambar pertama dan terakhir kita bertemu. Mata terpejam sambil berdoa 

“ya Allah,berikanlah mereka kesehatan,perlindungan.. agar selalu bisa menjaga silaturahmi denganku,menjaga persahabatan ini dan jika kau memberiku kesempatan,aku mohon jadikan mereka saudaraku,yang menyayangiku bagaimanapun kondisiku” 

Kutangkupkan buku-buku jemariku sembari mengusap air mata yang jatuh,sudah larut malam,dan aku harus tidur. Sampai jumpa dalam taman mimpiku,saudara-saudaraku. Aku merindukan kalian,selalu..

14 komentar:

  1. ako takut harus dari mana membaca karya indahmu... Semuanya mengambarkan jelas sosok dirimu. Begitu besar pengorbanan dan kerja kerasmu. ako laki2 yang cengeng tak biza menahan air mata ini jatuh. Ako gak mau melihat kita sedih. Tersenyumlah jika memang harus pergi, tapi itu bukan yang kita harapkan kembalilah ceria Nona Kecil yang menemani para pendengar kini kau bukan peri kecil yang patah sayapnya kini kau bebas terbang mengapai semua impian mu. Kita tetap bersama mu

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan takut untuk darimana mulai membaca, yang jelas ya dari awal sampai akhir donks. heheehe
      love you all :)
      #ini nulis komentnya juga ga kuat pingin nangis ni mas bro

      Hapus
  2. Balasan
    1. mbak,akhirnya kau datang untuk membaca bebrapa tulisanku, mewakili apa yg menyeruak dalam hatiku. tetaplah ada untukku,menjadi sahabat dan kakakku..

      Hapus
  3. kita semuanya bersaudara jadi jangan kita menghiasi semuanya ini dengan kesedihan
    tetap tersenyum karena hari esok masih panjang kok key
    hikshikshiks
    all people love and suport to you

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga ada kebahagiaan2 selanjutnya yang bisa mewarnai persaudaraan dan kebersamaan kita ya mas Aril makasih supportnya :D

      Hapus
  4. 1 kta buat riris tentang persahabatan,. "A B A D I"

    BalasHapus
  5. Terus Rahasianya Siapa Dunk :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kan judulnya buykan rahasia widya??? hehehehehe

      Hapus
    2. Ya maksudnya itu bukan rahasiaa, tapi untuk diceritakan, hihihii

      Hapus
  6. key qm adalah sosok wanita yang kuat,, jangan menyerah dengan semua cobaan-cobaan hidupmu tetap semangat dan raih cita-cita terbesarmu,, kami teman-teman yang menyayangimu akan selalu ada di belakangmu. ok key sekian dari masmu ini SEMANGAT..

    BalasHapus