Hari Ulang tahun ibu kurang satu bulan lagi, namun belum juga kutemukan hadiah yang pas di hari bahagianya nanti. Meskipun sudah pukul setengah tiga pagi, mataku belum juga terpejam, mencari inspirasi untuk kumpulan cerpen sejak kemarin malam. Entahlah, aku punya rencana yang sebenarnya tidak begitu spesial untuk ibu. Sudah terkumpul beberapa cerpen dan puisi bertema IBU yang nantinya akan ku bukukan-insyaAllah-. Bersambul warna biru, dan berjudul Kado Untuk Ibu. Terlalu sederhana atau malah berlebihan? yang jelas aku ingin memberikan sesuatu yang sederhana namun bermakna untuknya.
setiap orang pasti punya cerita,begitu pula denganku.. sambil belajar nulis,kukemas kisahku dengan sederhana. ini dia....
Minggu, 10 Mei 2015
Kerudung Merah Jambu
Malam semakin larut, namun belum
juga aku mengantuk. Diselimuti suasana mellow dan dingin yang menusuk tulang karena
hujan mengguyur seantero kota Malang dan sekitarnya. Rasanya ada sesuatu yang
menggelayuti pikiranku, ditambah bahagia sekaligus heran saat mengingat
perjumpaanku dengan Restu sore tadi. Ya.., setelah lebih dari empat tahun aku
tak pernah bertemu dengan sahabatku itu. Restu, perempuan yang dulu membuatku
penasaran dengan kediamannya. Namun sebenarnya di balik kediaman itu ada banyak
kejutan dalam dirinya. Dia adalah sosok perempuan yang cuek, tak pernah
menggubris gosip anak-anak ngeHits di
SMA, lebih suka ngobrol dengan teman
laki-laki di kelas sebelah, pernah dulu ia diberi julukan perawan sengit karena kejudesannya. Masih terbayang lambaian tangan
dan senyum cerianya padaku, dengan penampilan yang mengejutkan, berpakaian
necis, sepatu boots hitam, berkacamata hitam dan berkerudung merah jambu !
Selasa, 05 Mei 2015
Butiran Debu
"Akhirnya aku kembali, di blog ini. beberapa teman menyebutnya sebagai 'tempat sampah' atas kegalauan-kegalauanku di masa silam. hehe..
sesekali, bolehlah pakai satu judul lagu dari Rumor band yang sempat melejit kala itu.."
Seperti butiran debu, entah kemana mereka membaur dengan tanah setelah bermil-mil jauhnya dihembuskan angin rahasia. Seperti tebaran-tebaran kisah masa lalu yang penuh haru. mungkin saja seperti dentuman kekecewaan yang kemudian menyebar menjadi butiran-butiran rindu. ah.., kurasa bukan rindu, tapi sayatan pilu. Ya..... dua tahun berlalu, aku menghilang mencari ketengan, kututup semua akun sosial mediaku, bermain-main dengan imajinasi di tempat baru, bertemu kawan baru, pengalaman dan semangat baru.
satu lagi, kekasih baru.
Langganan:
Komentar (Atom)