Hari Ulang tahun ibu kurang satu bulan lagi, namun belum juga kutemukan hadiah yang pas di hari bahagianya nanti. Meskipun sudah pukul setengah tiga pagi, mataku belum juga terpejam, mencari inspirasi untuk kumpulan cerpen sejak kemarin malam. Entahlah, aku punya rencana yang sebenarnya tidak begitu spesial untuk ibu. Sudah terkumpul beberapa cerpen dan puisi bertema IBU yang nantinya akan ku bukukan-insyaAllah-. Bersambul warna biru, dan berjudul Kado Untuk Ibu. Terlalu sederhana atau malah berlebihan? yang jelas aku ingin memberikan sesuatu yang sederhana namun bermakna untuknya.
Ibuku, dengan sosoknya yang sederhana lebih tepatnya bukan tak mau menerima kado dari anak-anaknya, tapi yang diprioritaskan adalah do'a, kebersamaan dan uang beli kado bisa digunakan untuk keperluan yang lainnya. Dalam hati ingin sekali aku membahagiakannya,
Bu..doakan anakmu, agar suatu saat nanti aku dapat membuatmu bahagia,dengan cara yang sederhana..
****
Kadang tiba saatnya imajinasiku menggila, akan kuberikan pada ibu dua orang cucu sekaligus (kembar) di hari ulang tahunnya *ini bukan gila, tapi kado sederhana.. hahaha*. Anakku tumbuh sehat,gendut dan manis seperti bapaknya. hmm.. tanpa perlu menerka-nerka siapa orangnya, sudah jelas mas AHa adalah bapaknya. ah sudahlah.. semoga bisa menjadi realita, bukan impian gila semata meski butuh waktu beberapa lama untuk merealisasikannya.
Setiap hari aku merindukannya, rindu senyumnya, aroma tubuhnya, canda tawa, dan brewoknya.
Entah magnet apa yang melekat pada dirinya, tak jarang aku cemburu dibuatnya. Namun aku sadar tak seharusnya kecemburuan membutakan segalanya. Bagaimana tidak, perempuan mana yang akan tenang hatinya saat lelakinya berada di lingkungan wanita-wanita cantik,sexy,bohay, banyak uang- bisa saja digoda wanita liar,jalang lengkap dengan banci kalengnya- . Percaya? tentu saja aku berusaha percaya dan meyakinkan diri bahwa lelakiku amat sangat setia. Tak mudah terpengaruh godaan setan-setan apapun wujudnya. Dia menganggap aku calon istrinya, berarti dia mampu setia. begitu pula sebaliknya. Tak lagi aku mempermainkan lelaki hanya untuk pelarian, pelampiasan kekecewaan seperti saat dahulu kala.
Sekarang bertahan satu ciiiinta... bertahan satu C.I.N.T.A (d'Bagindhiiias) ahhahaha.
insaaaaaafff..... setiap orang punya kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik kan?
Beberapa waktu yang lalu aku mengenalkan mas AHa pada ibu, aku bersyukur beliau memberi tanda setuju. Semoga saja selalu memberikan restu dan do'a untuk keberlangsungan hubunganku.
Setiap hari aku merindukannya, rindu senyumnya, aroma tubuhnya, canda tawa, dan brewoknya.
Entah magnet apa yang melekat pada dirinya, tak jarang aku cemburu dibuatnya. Namun aku sadar tak seharusnya kecemburuan membutakan segalanya. Bagaimana tidak, perempuan mana yang akan tenang hatinya saat lelakinya berada di lingkungan wanita-wanita cantik,sexy,bohay, banyak uang- bisa saja digoda wanita liar,jalang lengkap dengan banci kalengnya- . Percaya? tentu saja aku berusaha percaya dan meyakinkan diri bahwa lelakiku amat sangat setia. Tak mudah terpengaruh godaan setan-setan apapun wujudnya. Dia menganggap aku calon istrinya, berarti dia mampu setia. begitu pula sebaliknya. Tak lagi aku mempermainkan lelaki hanya untuk pelarian, pelampiasan kekecewaan seperti saat dahulu kala.
Sekarang bertahan satu ciiiinta... bertahan satu C.I.N.T.A (d'Bagindhiiias) ahhahaha.
insaaaaaafff..... setiap orang punya kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik kan?
Beberapa waktu yang lalu aku mengenalkan mas AHa pada ibu, aku bersyukur beliau memberi tanda setuju. Semoga saja selalu memberikan restu dan do'a untuk keberlangsungan hubunganku.
"Cari suami itu nggak perlu yang tampan-tampan, memang perlu sih untuk memperbaiki keturunan. tapi percuma kan kalau tampan, banyak uang tapi nggak setia? cari yang bisa menerima kurang lebihmu, sayang , perhatian dan tanggung jawab padamu" begitulah pesan ibu.
Dua bulan terlewati, seakan tak ingin menghitung hari demi hari. Biarkan saja mereka berganti dengan cepat agar segera tiba dua tahun yang kunanti. Sambil memantapkan hati , melangkah dengan pasti. saling mendoakan, mendukung, menghargai dan menghormati.
"Mas AHa, sepertinya kau saja yang kujadikan kado untuk ibu. Calon menantu yang TOP BGT, extra joss gandos.. biarpun tampang dan penampilanmu seperti preman, buatlah hati ibuku terentuh dengan lantunan ayat-ayat Al-Qur'an yang kau bacakan, dengan kesetiaan,pengorbanan dan tanggung jawabmu padaku.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dan akan selalu meloloskanmu dalam do'a"
Woe keysa.kmn aja kmu kok gk ada kbr blas.ini aku mas puji..
BalasHapusWoe keysa.kmn aja kmu kok gk ada kbr blas.ini aku mas puji.
BalasHapus