"Akhirnya aku kembali, di blog ini. beberapa teman menyebutnya sebagai 'tempat sampah' atas kegalauan-kegalauanku di masa silam. hehe..
sesekali, bolehlah pakai satu judul lagu dari Rumor band yang sempat melejit kala itu.."
Seperti butiran debu, entah kemana mereka membaur dengan tanah setelah bermil-mil jauhnya dihembuskan angin rahasia. Seperti tebaran-tebaran kisah masa lalu yang penuh haru. mungkin saja seperti dentuman kekecewaan yang kemudian menyebar menjadi butiran-butiran rindu. ah.., kurasa bukan rindu, tapi sayatan pilu. Ya..... dua tahun berlalu, aku menghilang mencari ketengan, kututup semua akun sosial mediaku, bermain-main dengan imajinasi di tempat baru, bertemu kawan baru, pengalaman dan semangat baru.
satu lagi, kekasih baru.
Siapa sangka, aku yang dulu hampir gila, setelah dua tahun petualanganku-lengkap dengan jungkir baliknya- kini dapat menghela nafas lega, lega karena kutemukan satu tambatan hati bernama AHa. Belum lama juga aku mengenalnya, namun kuharap rasa ini bisa selamanya. Bukan saja seperti yang sudah terencana sebelumnya, mencintai, berikrar setia sampai mati, kemudian dikhianati., ah... bicara tai.
Tiupan angin sepoi-sepoi, kadang memang membuat terbuai. Butiran-butiran debu melekat pada tubuh yang tak berperisai. kukucurkan air pada tubuh yang bernoda karena debu-debu jalanan. tak jauh berbeda dengan harapanku padanya, semoga ia bisa meluruhkan segala kenangan, kerisauanku yang masih melekat tentangnya. Aku yakin, seorang AHa mampu menjadi angin untukku, menyenangkanku, lebih dari yang dulu-dulu.
Kusadari, apalah baik dan bagusnya diri ini. aku bukan siapa-siapa dan tak punya apa-apa, jika dibanding dengan mantan-mantan kekasihnya. punya pekerjaan yang membanggakan.. woow.. ah biarlah setidaknya aku pernah merasakan pekerjaan seperti salah satu mantan kekasihnya, hampir sama..hampir.... bukan sama. Tapi aku yakin, aku dapat menjadi angin untuknya, yang meniupkan segala butiran-butiran debu yang masih melekat pada dirinya. semoga aku bisa, yang jelas aku pasti berusaha.
Semoga saja, angin kebahagiaan akan membawa kita terbang, melewati debu-debu jalanan itu..
Seru
BalasHapus